sekolahriau.com

Loading

cerita alkitab sekolah minggu

cerita alkitab sekolah minggu

Kisah Nuh dan Bahtera: Pelajaran Kesabaran dan Ketaatan

Kisah Nuh, yang tercatat dalam Kitab Kejadian 6-9, merupakan salah satu cerita Alkitab Sekolah Minggu yang paling populer. Kisah ini bukan hanya sekadar cerita banjir besar, tetapi juga mengandung pelajaran mendalam tentang kesabaran, ketaatan, dan janji Allah.

Keadaan Dunia Sebelum Banjir:

Sebelum air bah melanda bumi, dunia telah dipenuhi dengan kejahatan dan kekerasan. Manusia telah menyimpang jauh dari jalan Allah. Kejadian 6:5 menggambarkan keadaan ini dengan jelas: “TUHAN melihat, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata.” Korupsi moral dan spiritual merajalela, dan Allah sangat berduka atas ciptaan-Nya.

Perintah Allah kepada Nuh:

Di tengah kegelapan moral ini, Nuh menonjol sebagai sosok yang benar dan saleh. Kejadian 6:9 menyatakan: “Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh hidup bergaul dengan Allah.” Karena kesalehannya, Allah memilih Nuh untuk menyelamatkan dirinya, keluarganya, dan sebagian dari seluruh makhluk hidup dari air bah yang akan datang.

Allah memerintahkan Nuh untuk membangun sebuah bahtera yang sangat besar. Ukurannya sangat rinci: panjang 300 hasta, lebar 50 hasta, dan tinggi 30 hasta (kira-kira 135 meter x 22,5 meter x 13,5 meter). Bahtera ini harus dibuat dari kayu gofir dan dilapisi dengan pakal di dalam dan di luar. Desainnya juga mencakup tiga tingkat dan sejumlah kamar untuk menampung hewan-hewan dan perbekalan.

Ketaatan dan Kesabaran Nuh :

Membangun bahtera sebesar itu adalah tugas yang sangat berat, terutama mengingat Nuh tidak memiliki pengalaman dalam pembuatan kapal. Selain itu, Nuh dan keluarganya mungkin diejek dan dicemooh oleh orang-orang di sekitar mereka. Namun, Nuh taat sepenuhnya kepada perintah Allah. Ia membangun bahtera sesuai dengan instruksi yang diberikan, tanpa ragu atau mengeluh.

Proses pembangunan bahtera membutuhkan waktu yang sangat lama, mungkin puluhan tahun. Selama periode ini, Nuh tidak hanya harus bekerja keras membangun bahtera, tetapi juga harus terus memperingatkan orang-orang tentang penghakiman Allah yang akan datang. Namun, tidak ada yang mendengarkan atau bertobat.

Kisah Nuh mengajarkan pentingnya kesabaran. Nuh tidak menyerah meskipun menghadapi kesulitan dan penolakan. Ia terus bekerja dengan tekun dan setia, karena ia percaya pada janji Allah.

Masuk ke dalam Tabut:

Setelah bahtera selesai dibangun, Allah memerintahkan Nuh untuk membawa masuk ke dalam bahtera, istrinya, anak-anaknya, menantu-menantunya, dan sepasang dari setiap jenis binatang, jantan dan betina (Kejadian 6:19-20). Allah secara ajaib mengumpulkan hewan-hewan tersebut dan membimbing mereka ke dalam bahtera.

Banjir:

Setelah semua manusia dan hewan masuk ke dalam bahtera, “terbukalah seluruh mata air kematian yang besar dan terbukalah tingkap-tingkap surga” (Kejadian 7:11). Hujan turun selama 40 hari 40 malam. Air terus naik dan menutupi seluruh bumi, menenggelamkan semua makhluk hidup di darat kecuali yang ada di dalam bahtera.

Bahtera yang Terbengkalai:

Setelah 150 hari, air mulai surut. Bahtera akhirnya terdampar di Pegunungan Ararat (Kejadian 8:4). Nuh menunggu dengan sabar sampai air benar-benar surut sebelum keluar dari bahtera.

Burung Gagak dan Merpati:

Nuh mengirimkan burung gagak dan merpati untuk mengetahui apakah air sudah surut dari muka bumi. Gagak terbang keluar dan tidak kembali, mungkin karena memakan bangkai hewan yang mengapung di air. Merpati pertama kali kembali karena tidak menemukan tempat bertumpu. Setelah tujuh hari, Nuh mengirimkan merpati lagi, dan kali ini merpati kembali dengan sehelai daun zaitun di paruhnya (Kejadian 8:11), menandakan bahwa air sudah surut dan pohon-pohon mulai tumbuh kembali. Setelah tujuh hari lagi, Nuh mengirimkan merpati untuk ketiga kalinya, dan kali ini merpati tidak kembali, menunjukkan bahwa bumi sudah kering.

Keluar dari Tabut dan Perjanjian Tuhan:

Setelah menunggu dengan sabar sampai Allah memerintahkan, Nuh dan keluarganya keluar dari bahtera bersama dengan semua hewan. Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN dan mempersembahkan korban bakaran dari setiap jenis binatang yang tidak haram. Allah berkenan dengan persembahan Nuh dan berjanji untuk tidak lagi mengutuk bumi karena manusia atau membinasakan segala makhluk hidup dengan air bah.

Sebagai tanda perjanjian-Nya, Allah menempatkan pelangi di awan (Kejadian 9:13). Pelangi menjadi pengingat abadi akan janji Allah untuk tidak lagi mengirimkan air bah yang membinasakan seluruh bumi.

Pelajaran untuk Sekolah Minggu:

Kisah Nuh dan bahteranya memberikan banyak pelajaran berharga bagi anak-anak Sekolah Minggu:

  • Ketaatan: Nuh taat kepada Allah meskipun perintah-Nya tampak sulit dan aneh.
  • Kesabaran: Nuh sabar menunggu Allah dan tidak menyerah meskipun menghadapi kesulitan.
  • iman: Nuh percaya kepada janji Allah meskipun tidak ada bukti bahwa air bah akan datang.
  • Cinta: Tuhan mengasihi Nuh dan keluarganya dan menyelamatkan mereka dari air bah.
  • Janji: Tuhan selalu menepati janji-Nya.
  • Pertobatan: Kisah ini mengingatkan kita akan pentingnya menghindari kejahatan dan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.
  • Harapan: Pelangi mengingatkan kita akan pengharapan dan janji Tuhan untuk masa depan.

Cara Mengajarkan Kisah Nuh di Sekolah Minggu:

  • Gunakan gambar dan ilustrasi yang menarik untuk menghidupkan cerita.
  • Gunakan peraga seperti miniatur bahtera dan hewan-hewan.
  • Ajak anak-anak untuk berpartisipasi dengan memerankan tokoh-tokoh dalam cerita.
  • Diskusikan pelajaran-pelajaran yang dapat dipetik dari cerita.
  • Buat kerajinan tangan yang berhubungan dengan kisah Nuh, seperti membuat pelangi dari kertas atau membangun miniatur bahtera dari kardus.
  • Nyanyikan lagu-lagu yang berhubungan dengan kisah Nuh.

Kisah Nuh dan bahteranya merupakan kisah yang kaya dan penuh makna yang dapat membantu anak-anak memahami pentingnya ketaatan, kesabaran, iman, dan janji-janji Tuhan. Dengan menggunakan metode pengajaran yang kreatif dan menarik, guru Sekolah Minggu dapat membantu anak-anak untuk mengapresiasi pelajaran berharga dari cerita ini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.