puisi tentang lingkungan sekolah
Puisi tentang Lingkungan Sekolah: Simfoni Ruang Belajar
Kebersihan: Cermin Jiwa, Sekolahku Indah
Debu berbisik, cerita kelalaian,
Sampah berserak, lukisan ketidakpedulian.
Namun, sapu menari, pel menyanyi riang,
Mengusir noda, menghadirkan gemilang.
Lantai berkilau, jendela bercahaya,
Meja tertata, buku berbaris rapi.
Kebersihan bukan sekadar tampilan,
Melainkan cermin jiwa, sekolahku impian.
(Kata kunci: kebersihan sekolah, puisi kebersihan, lingkungan bersih, sekolah indah, jiwa bersih)
Pepohonan: Sahabat Hijau, Oksigen Kehidupan
Di halaman sekolah, pepohonan berdiri tegak,
Sahabat hijau, penyejuk di kala terik.
Daunnya melambai, bisikan kedamaian,
Akarnya menancap, penjaga keberlangsungan.
Burung bernyanyi di antara ranting,
Angin berhembus, membawa kesegaran.
Pepohonan bukan sekadar hiasan,
Melainkan oksigen kehidupan, sekolahku harapan.
(Kata kunci: pepohonan sekolah, puisi pohon, lingkungan hijau, oksigen, sahabat alam)
Taman Bunga: Warna-warni Keceriaan, Inspirasi Hati
Di sudut sekolah, taman bunga bermekaran,
Warna-warni keceriaan, menyambut setiap insan.
Mawar merah merekah, melati putih berseri,
Anggrek ungu bergelayutan, anggun menari.
Aroma semerbak, memanjakan indra,
Kupu-kupu beterbangan, menari riang.
Taman bunga bukan sekadar keindahan,
Melainkan inspirasi hati, sekolahku kedamaian.
(Kata kunci: taman bunga sekolah, puisi bunga, lingkungan indah, keceriaan, inspirasi)
Ruang Kelas: Tempat Bertumbuh, Ilmu Mengalir
Dinding kelas menjadi saksi bisu,
Perjuangan belajar, semangat membara.
Papan tulis penuh coretan ilmu,
Buku-buku terbuka, jendela dunia.
Guru hadir sebagai pembimbing,
Murid menyimak dengan penuh perhatian.
Ruang kelas bukan sekadar tempat belajar,
Melainkan tempat bertumbuh, ilmu mengalir lancar.
(Kata kunci: ruang kelas, puisi belajar, lingkungan belajar, ilmu pengetahuan, semangat)
Perpustakaan: Gudang Ilmu, Jendela Dunia
Rak buku yang menjulang tinggi, Gudang ilmu, harta yang tak ternilai harganya. Lembaran kertas menyimpan sejarah, Kata-kata membentuk peradaban.
Membaca membuka cakrawala,
Menambah wawasan, memperluas pandangan.
Perpustakaan bukan sekadar tempat membaca,
Melainkan jendela dunia, sekolahku berbudaya.
(Kata kunci: perpustakaan sekolah, puisi buku, ilmu, jendela dunia, budaya)
Kantin Sekolah: Tempat Berbagi, Persahabatan Terjalin
Aroma makanan menggoda selera,
Suara tawa riang, memecah kesunyian.
Berbagi makanan, cerita dan candaan,
Persahabatan terjalin, semakin erat.
Kantin bukan sekadar tempat makan,
Melainkan tempat berbagi, kebersamaan.
Kantin sekolah, ruang sosial yang hangat,
Menciptakan kenangan indah, tak terlupakan.
(Kata kunci: kantin sekolah, puisi makanan, persahabatan, kebersamaan, kenangan)
Lapangan Olahraga: Semangat Juang, Kesehatan Prima
Di lapangan hijau, semangat berkobar,
Berlatih keras, menggapai cita-cita.
Berlari kencang, melompat tinggi,
Keringat bercucuran, bukti perjuangan.
Olahraga menjaga kesehatan,
Membentuk karakter, disiplin dan kerja sama.
Lapangan olahraga bukan sekadar tempat bermain,
Melainkan semangat juang, kesehatan prima terjamin.
(Kata kunci: lapangan olahraga, puisi olahraga, kesehatan, semangat juang, disiplin)
Toilet Sekolah: Kebersihan Diri, Tanggung Jawab Bersama
Toilet bersih, cermin kepedulian,
Menjaga kesehatan, mencegah penyakit.
Air mengalir, sabun membersihkan,
Kebersihan diri, tanggung jawab bersama.
Toilet bukan sekadar tempat buang air,
Melainkan kebersihan diri, kesehatan terjaga.
Toilet sekolah yang bersih dan nyaman,
Mencerminkan budaya bersih, sekolahku aman.
(Kata kunci: toilet sekolah, puisi kebersihan, kesehatan, tanggung jawab, aman)
Dinding Sekolah: Lukisan Kreativitas, Ekspresi Diri
Dinding sekolah menjadi kanvas,
Lukisan kreativitas, ekspresi diri.
Gambar-gambar indah, pesan moral,
Menghiasi lingkungan, memotivasi diri.
Warna-warni cerah, membangkitkan semangat,
Inspirasi tercurah, tanpa batas.
Dinding sekolah bukan sekadar pembatas,
Melainkan lukisan kreativitas, sekolahku bebas.
(Kata kunci: dinding sekolah, puisi lukisan, kreativitas, ekspresi diri, inspirasi)
Guru: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Pembentuk Generasi
Guru hadir dengan senyum ramah,
Membimbing dan mengajar dengan sabar.
Ilmu dibagikan tanpa pamrih,
Membentuk generasi, penerus bangsa.
Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa,
Pengorbanan dan dedikasinya tak terhingga.
Guru adalah inspirasi dan motivasi,
Membentuk karakter, sekolahku berprestasi.
(Kata kunci: guru, puisi guru, pahlawan tanpa tanda jasa, generasi, prestasi)
Murid: Harapan Bangsa, Penerus Peradaban
Murid datang dengan semangat belajar,
Menuntut ilmu, meraih cita-cita.
Berusaha keras, pantang menyerah,
Membangun masa depan, gemilang sentosa.
Santri adalah harapan bangsa, penerus peradaban, pembawa perubahan. Murid adalah aset yang berharga, Membangun negara, sekolahku sukses.
(Kata kunci : pelajar, puisi pelajar, harapan bangsa, peradaban, sukses)
Lingkungan Sekolah: Rumah Kedua, Tempatku Berkembang
Lingkungan sekolah adalah rumah kedua,
Tempatku belajar, bermain dan berkembang.
Bersama teman dan guru tercinta,
Membangun karakter, meraih impian.
Lingkungan sekolah adalah tempat yang aman,
Nyaman dan kondusif untuk belajar.
Lingkungan sekolah adalah segalanya,
Tempatku meraih masa depan, sekolahku tercinta.
(Kata kunci: lingkungan sekolah, puisi sekolah, rumah kedua, berkembang, tercinta)
Puisi-puisi ini bertujuan untuk menangkap berbagai aspek lingkungan sekolah dan meningkatkan rasa penghargaan dan tanggung jawab terhadapnya. Setiap puisi menggunakan gambaran yang jelas dan kata kunci yang kuat untuk meningkatkan daya tarik dan kemudahan pencariannya.

